Ustadz Kresna Eka Raharja Hadiri Silaturrahmi Nasional MUI 1447 H, Perkuat Sinergi Umat untuk Perdamaian Dunia

Pimpinan Pesantren Leadership Primago Ustadz Kresna Eka Raharja Hadiri Silaturrahmi Nasional MUI 1447 H

Jakarta, 15 April 2026 — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa kental di ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, saat ratusan tokoh Islam dari berbagai penjuru tanah air berkumpul dalam satu forum besar. Momentum Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia ini bukan sekadar pertemuan rutin tahunan, melainkan menjadi ruang strategis untuk merawat persatuan dan memperkuat kolaborasi umat Islam di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Di antara ratusan tokoh yang hadir, tampak sosok kyai muda Ustadz Kresna Eka Raharja, pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Kehadirannya mencerminkan komitmen kuat lembaga pendidikan berbasis pesantren dalam mengambil peran aktif di panggung nasional, khususnya dalam mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun sinergi lintas organisasi.

Momentum Idul Fitri: Dari Silaturrahmi Menuju Sinergi

Halal bi halal bukan sekadar tradisi tahunan pasca Idul Fitri. Lebih dari itu, ia menjadi simbol rekonsiliasi, penguatan hubungan, dan pembaruan komitmen kebersamaan. Dalam konteks nasional, kegiatan ini menjelma menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai elemen penting umat Islam, mulai dari ulama, akademisi, pemimpin organisasi masyarakat, hingga perwakilan pemerintah.

Dengan mengusung tema “Bersatu Dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia”, acara ini membawa pesan yang relevan dengan kondisi global saat ini. Dunia tengah menghadapi berbagai konflik, ketimpangan sosial, dan tantangan kemanusiaan. Dalam situasi seperti ini, peran umat Islam sebagai pembawa nilai rahmatan lil ‘alamin menjadi semakin penting.

Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga arah gerak bersama. Bahwa persatuan umat bukan hanya untuk kepentingan internal, tetapi juga sebagai kontribusi nyata bagi terciptanya keadilan dan perdamaian di tingkat global.

Dihadiri 800 Tokoh Nasional dan Internasional

Sekitar 800 undangan hadir dalam kegiatan ini. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya perhatian terhadap forum silaturrahmi ini. Para peserta terdiri dari jajaran pimpinan MUI pusat, Dewan Pertimbangan, komisi, badan, serta lembaga di lingkungan MUI.

Selain itu, hadir pula pimpinan MUI provinsi dari seluruh Indonesia, pimpinan organisasi masyarakat Islam, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, serta tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor. Tak ketinggalan, perwakilan lembaga negara, kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, kedutaan besar, hingga pelaku ekonomi syariah turut ambil bagian.

Keberagaman latar belakang peserta ini menunjukkan bahwa forum tersebut bukan hanya milik satu kelompok, melainkan milik bersama. Ia menjadi titik temu berbagai perspektif, kepentingan, dan gagasan untuk satu tujuan: kemaslahatan umat dan bangsa.

Baca Juga:

Rangkaian Acara yang Sarat Makna

Acara dimulai sejak sore hari dengan registrasi peserta dan penyambutan tamu undangan. Nuansa kekeluargaan langsung terasa saat para tokoh saling bersalaman, bertukar kabar, dan mempererat hubungan yang mungkin sempat terputus oleh kesibukan masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah, sebuah momen yang mempertegas bahwa kebersamaan dalam ibadah menjadi fondasi utama ukhuwah. Setelah itu, para peserta menikmati makan malam bersama sebelum memasuki rangkaian acara inti.

Pembukaan resmi acara berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan ketenangan sekaligus mengingatkan kembali pada nilai-nilai dasar Islam. Laporan Ketua Panitia kemudian disampaikan sebagai gambaran umum tujuan dan harapan dari kegiatan tersebut.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah pembacaan naskah “10 Taujihat MUI dan Ormas Islam Pendiri MUI”. Dokumen ini berisi arahan strategis yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh elemen umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Penyerahan dokumen tersebut kepada perwakilan terkait menjadi simbol komitmen bersama untuk menjalankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tidak berhenti di situ, acara juga diisi dengan tausiyah kebangsaan dari para tokoh ormas Islam yang memberikan perspektif mendalam tentang pentingnya persatuan dalam bingkai kebhinekaan.

Peran Pemerintah dan Refleksi 50 Tahun MUI

Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. KH. Nazarudin Umar dalam acara ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama. Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan bahwa kolaborasi yang harmonis antara ulama dan umara menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Acara semakin bermakna dengan pemutaran video dokumenter perjalanan 50 tahun pengabdian MUI. Tayangan tersebut mengajak para peserta untuk menengok kembali sejarah panjang kontribusi MUI dalam membimbing umat, menjaga akidah, serta memberikan fatwa yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua Umum MUI dalam sambutannya juga menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang lebih solid antar seluruh elemen umat Islam.

Baca Juga :

Ustadz Kresna Eka Raharja
Ustadz Kresna Eka Raharja

Kehadiran Ustadz Kresna Eka Raharja : Representasi Pesantren yang Progresif

Kehadiran Ustadz Kresna Eka Raharja dalam forum ini memiliki makna tersendiri. Sebagai pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, ia membawa semangat pesantren yang tidak hanya fokus pada pendidikan internal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam isu-isu strategis nasional.

Pesantren selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berakhlak dan berilmu. Namun di era modern, peran pesantren berkembang menjadi lebih luas, termasuk dalam membangun jaringan, kolaborasi, dan kontribusi sosial yang lebih besar.

Partisipasi dalam forum nasional seperti ini menunjukkan bahwa pesantren mampu menjadi bagian dari solusi, bukan hanya dalam lingkup keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan bangsa secara menyeluruh.

Memperkuat Ukhuwah di Tengah Tantangan Zaman

Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari konflik geopolitik, krisis ekonomi, hingga disrupsi teknologi. Dalam kondisi seperti ini, persatuan umat menjadi faktor kunci yang tidak bisa ditawar.

Silaturrahmi nasional ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus membangun kesadaran bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dikelola dengan bijak.

Melalui dialog, diskusi, dan interaksi langsung, para peserta dapat saling memahami perspektif masing-masing, sehingga tercipta sinergi yang lebih kuat.

Pesan Perdamaian untuk Dunia

Tema besar yang diangkat dalam acara ini juga mengandung pesan universal. Bahwa Islam sebagai agama rahmat memiliki peran penting dalam menciptakan perdamaian dunia.

Nilai-nilai seperti keadilan, toleransi, dan kasih sayang harus terus digaungkan, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam tindakan nyata. Forum seperti ini menjadi salah satu cara untuk menyatukan langkah dalam menyuarakan pesan tersebut.

Jembatan Kolaborasi Antar Lembaga

Kegiatan ini juga menjadi jembatan penting bagi berbagai lembaga untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret. Pertemuan langsung membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi syariah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Bagi Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan memperkuat posisi sebagai lembaga pendidikan yang aktif berkontribusi di tingkat nasional.

Harapan ke Depan

Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal MUI 1447 H bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah-langkah besar yang harus diwujudkan bersama. Harapan besar tertumpu pada implementasi nyata dari hasil pertemuan ini.

Persatuan yang terbangun di ruang pertemuan harus mampu diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan. Kolaborasi yang terjalin harus menghasilkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penutup

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kekuatan umat terletak pada kebersamaan. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Ustadz Kresna Eka Raharja menunjukkan bahwa generasi pemimpin pesantren siap mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.

Silaturrahmi ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik.

Dengan semangat Idul Fitri yang penuh maaf dan harapan baru, seluruh elemen umat diharapkan dapat terus menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya masyarakat yang harmonis, berkeadilan, dan berorientasi pada perdamaian dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *