Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Gelar Perfototan Tahunan dan Upacara Hari Santri 2026
DEPOK – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago menyelenggarakan upacara Hari Santri yang dirangkaikan dengan perfototan tahunan pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Gedung Zarkasyi mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan dihadiri seluruh santri dan santriwati, pimpinan pesantren, serta para ustadz dan ustadzah.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi keluarga besar Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri dalam sejarah bangsa Indonesia, acara ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat kedisiplinan, serta mengabadikan perjalanan pendidikan para santri melalui perfototan tahunan.
Rangkaian acara diawali dengan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sertifikat dan hadiah kepada tiga besar santri berprestasi pada setiap jenjang pendidikan. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan perfototan bersama yang melibatkan keluarga besar pesantren.
Suasana kebersamaan dan semangat para santri mewarnai kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gedung Zarkasyi tersebut. Setiap rangkaian acara memiliki makna tersendiri, mulai dari mengenang perjuangan santri, memberikan apresiasi atas prestasi, hingga mengabadikan kenangan selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Upacara Hari Santri 2026, Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air
Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting bagi lembaga pendidikan pesantren untuk kembali mengingat peran besar santri dalam perjalanan sejarah Indonesia. Hari Santri tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren memiliki kontribusi dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat serta bangsa.
Bagi Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, pelaksanaan upacara Hari Santri 2026 menjadi kesempatan untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan tersebut kepada seluruh santri dan santriwati. Melalui kegiatan ini, para santri diajak untuk memahami bahwa menjadi santri bukan sekadar menjalani rutinitas belajar dan tinggal di lingkungan pesantren, melainkan juga mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat.
Sejak pukul 07.00 WIB, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Gedung Zarkasyi. Kehadiran pimpinan pesantren, ustadz, ustadzah, santri, dan santriwati menunjukkan keterlibatan seluruh unsur lembaga dalam menyukseskan peringatan Hari Santri tahun ini.
Upacara menjadi bagian pembuka yang memberikan suasana khidmat sekaligus mengingatkan peserta akan pentingnya menghargai perjuangan para pendahulu. Para santri diharapkan mampu mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan santri, khususnya mengenai keberanian, keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
Nilai-nilai tersebut memiliki hubungan erat dengan kehidupan santri sehari-hari. Kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan pesantren, kesungguhan dalam menuntut ilmu, kepatuhan terhadap aturan, serta kesediaan untuk belajar hidup bersama merupakan bagian dari proses pembentukan karakter.
Peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa perjuangan pada masa sekarang dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Jika dahulu para santri turut mengambil peran dalam mempertahankan kemerdekaan, generasi santri masa kini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.
Oleh karena itu, semangat Hari Santri perlu diterapkan dalam tindakan nyata, bukan hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Santri diharapkan mampu membawa nilai-nilai pesantren ke dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di lingkungan pendidikan maupun ketika kelak kembali berinteraksi dengan masyarakat.
Melalui upacara Hari Santri Nasional 2026, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago turut menghadirkan ruang pembelajaran karakter yang melengkapi proses pendidikan formal dan pembinaan kehidupan pesantren.

Hari Santri sebagai Momentum Pembentukan Karakter Santri
Pendidikan pesantren memiliki kekhasan dalam membentuk karakter peserta didik. Proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan, keteladanan, kedisiplinan, dan interaksi sehari-hari.
Dalam kehidupan pesantren, santri belajar mengelola waktu, menghargai orang lain, menaati aturan, menjaga kebersihan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas. Berbagai kebiasaan tersebut menjadi bekal penting untuk membentuk pribadi yang mandiri dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.
Peringatan Hari Santri menjadi salah satu sarana untuk memperkuat nilai-nilai tersebut. Melalui momentum ini, santri diingatkan bahwa identitas sebagai santri membawa tanggung jawab moral untuk menjaga perilaku, meningkatkan kualitas diri, dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Semangat cinta tanah air juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri. Kecintaan terhadap bangsa tidak hanya diwujudkan melalui simbol atau upacara, tetapi juga melalui sikap bertanggung jawab, menghormati perbedaan, menjaga persatuan, dan berusaha memberikan kontribusi positif sesuai kemampuan masing-masing.
Di lingkungan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang relevan dengan tujuan pendidikan pesantren. Santri tidak hanya dipersiapkan untuk memahami ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga diharapkan memiliki kepribadian yang baik, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan peringatan Hari Santri 2026, para santri memperoleh kesempatan untuk kembali merefleksikan perjalanan mereka selama menempuh pendidikan. Setiap pengalaman di pesantren, mulai dari belajar, mengikuti kegiatan bersama, hingga menjalankan tanggung jawab, merupakan bagian dari proses panjang pembentukan karakter.
Momentum ini sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik. Sikap disiplin, kesungguhan, kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan menghargai orang lain juga merupakan indikator penting dalam perkembangan seorang santri.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri diharapkan dapat menjadi penguat semangat bagi seluruh santri untuk terus memperbaiki diri, menjaga nilai-nilai pesantren, serta mempersiapkan masa depan dengan bekal ilmu dan akhlak.
Pembagian Sertifikat dan Hadiah untuk Tiga Besar Santri Berprestasi
Setelah pelaksanaan upacara Hari Santri selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sertifikat dan hadiah kepada tiga besar santri berprestasi pada setiap jenjang pendidikan.
Agenda ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena memberikan ruang apresiasi terhadap pencapaian para santri. Penghargaan yang diberikan merupakan bentuk pengakuan atas usaha, kesungguhan, dan proses belajar yang telah mereka jalani.
Prestasi seorang santri tidak hadir secara instan. Di balik pencapaian yang diraih, terdapat proses belajar, latihan, kedisiplinan, serta upaya untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Karena itu, apresiasi terhadap santri berprestasi menjadi bagian yang penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.
Pembagian sertifikat dan hadiah kepada tiga besar pada setiap jenjang juga menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian layak dihargai. Penghargaan tersebut tidak hanya bermakna sebagai bentuk kebanggaan bagi penerimanya, tetapi juga dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berusaha mencapai hasil yang lebih baik.
Dalam lingkungan pendidikan, pemberian apresiasi memiliki peran dalam menumbuhkan motivasi belajar. Ketika usaha dan pencapaian santri mendapatkan perhatian, mereka dapat terdorong untuk mempertahankan semangat belajar sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Meski demikian, prestasi bukan semata-mata tentang memperoleh peringkat atau hadiah. Proses belajar yang dijalani dengan sungguh-sungguh, keberanian menghadapi kesulitan, kemauan menerima masukan, dan kesediaan untuk terus berkembang merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan.
Oleh sebab itu, penghargaan kepada tiga besar santri pada setiap jenjang dapat dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap proses pendidikan sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas diri.
Bagi santri yang menerima sertifikat dan hadiah, pencapaian tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk mempertahankan prestasi dan mengembangkan kemampuan pada masa mendatang. Sementara itu, bagi santri lainnya, momen ini dapat menjadi inspirasi bahwa setiap usaha yang dilakukan secara konsisten memiliki nilai dalam perjalanan pendidikan.
Prestasi juga perlu berjalan seiring dengan pembentukan akhlak. Santri yang unggul bukan hanya mereka yang memperoleh nilai akademik baik, melainkan juga mereka yang mampu menunjukkan sikap rendah hati, menghormati guru, membantu teman, dan menjalankan tanggung jawab dengan baik.
Melalui pembagian sertifikat dan hadiah ini, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago menempatkan apresiasi sebagai bagian dari pengalaman pendidikan yang bermakna. Penghargaan diharapkan dapat menumbuhkan budaya berprestasi yang sehat, saling mendukung, dan tetap berlandaskan nilai-nilai pesantren.

Perfototan Tahunan, Mengabadikan Perjalanan Pendidikan di Pesantren
Usai pembagian sertifikat dan hadiah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan perfototan tahunan seluruh keluarga besar Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago.
Perfototan tahunan menjadi salah satu agenda yang memiliki nilai dokumentasi sekaligus emosional bagi santri dan pihak pesantren. Melalui kegiatan ini, kebersamaan yang terjalin selama proses pendidikan diabadikan dalam bentuk foto yang dapat dikenang pada masa mendatang.
Bagi santri, kehidupan pesantren merupakan perjalanan yang diisi dengan berbagai pengalaman. Mereka belajar bersama, mengikuti kegiatan harian, membangun persahabatan, menghadapi tantangan, dan tumbuh melalui berbagai proses pembinaan. Setiap pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita perjalanan pendidikan yang akan terus dikenang.
Foto tahunan menjadi salah satu media untuk merekam perjalanan tersebut. Foto tidak hanya memperlihatkan wajah dan kebersamaan para santri pada satu waktu, tetapi juga dapat menjadi pengingat akan fase kehidupan yang pernah mereka jalani bersama.
Seiring berjalannya waktu, santri akan melanjutkan pendidikan, menyelesaikan jenjang belajar, dan menempuh perjalanan masing-masing. Dokumentasi yang diambil pada 22 Oktober 2026 dapat menjadi kenangan yang menghubungkan mereka dengan pengalaman selama berada di lingkungan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago.
Kegiatan perfototan juga melibatkan berbagai unsur dalam lingkungan pesantren. Kehadiran pimpinan pesantren, ustadz, ustadzah, santri, dan santriwati dalam dokumentasi bersama menggambarkan bahwa proses pendidikan merupakan hasil keterlibatan banyak pihak.
Pimpinan pesantren berperan dalam mengarahkan jalannya lembaga, sedangkan ustadz dan ustadzah mendampingi proses pembelajaran serta pembinaan santri. Di sisi lain, para santri menjadi bagian utama dari kehidupan pendidikan yang berlangsung setiap hari.
Keterlibatan seluruh unsur tersebut memberikan makna tersendiri bagi dokumentasi tahunan. Foto bersama menjadi simbol kebersamaan dalam satu lingkungan pendidikan yang memiliki tujuan untuk membentuk generasi berilmu dan berakhlak.
Selain menyimpan kenangan pribadi, dokumentasi tahunan juga memiliki nilai bagi lembaga. Foto dapat menjadi arsip perjalanan pesantren dari tahun ke tahun, membantu merekam perkembangan komunitas pendidikan, serta menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan kelembagaan.
Ketika dokumentasi dilakukan secara konsisten, pesantren memiliki catatan visual yang dapat dilihat kembali pada masa mendatang. Catatan tersebut dapat membantu generasi berikutnya mengenal perjalanan lembaga dan memahami bahwa setiap periode memiliki cerita serta pengalaman tersendiri.
Pelaksanaan perfototan tahunan yang dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional juga memberikan konteks yang lebih bermakna. Dokumentasi tidak dilakukan sebagai agenda yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari peringatan yang membawa pesan perjuangan, pendidikan, prestasi, dan kebersamaan.
Dengan demikian, perfototan tahunan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago pada 2026 bukan sekadar kegiatan mengambil gambar. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengabadikan momen penting dalam kehidupan pesantren sekaligus merekam kebersamaan seluruh keluarga besar lembaga.
Mempererat Kebersamaan Seluruh Keluarga Besar Pesantren
Salah satu nilai yang terlihat dari rangkaian kegiatan 22 Oktober 2026 adalah pentingnya kebersamaan dalam lingkungan pesantren. Upacara Hari Santri, pemberian penghargaan, dan perfototan tahunan menghadirkan seluruh unsur pesantren dalam satu kegiatan yang saling melengkapi.
Kebersamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan. Lingkungan yang mendorong interaksi positif dapat membantu santri belajar menghargai orang lain, bekerja sama, serta memahami pentingnya hidup berdampingan.
Di pesantren, kebersamaan tidak hanya terbentuk ketika santri mengikuti kegiatan resmi. Kebersamaan juga tumbuh melalui rutinitas harian, kegiatan belajar, pelaksanaan tugas, dan berbagai pengalaman yang dijalani bersama.
Melalui kegiatan bersama, santri berkesempatan untuk mengembangkan kemampuan sosial. Mereka belajar bahwa setiap individu memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda, tetapi tetap dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Kegiatan yang melibatkan seluruh santri dan santriwati juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan pendidikan. Perasaan menjadi bagian dari suatu komunitas dapat mendorong santri untuk ikut menjaga nama baik pesantren, menaati aturan, serta berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan.
Kehadiran pimpinan pesantren, ustadz, dan ustadzah turut memperlihatkan pentingnya peran pendidik dalam kehidupan santri. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga dengan pendampingan, keteladanan, dan penciptaan suasana belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Dalam konteks ini, peringatan Hari Santri dan perfototan tahunan menjadi ruang untuk mempererat hubungan di antara seluruh unsur pesantren. Momen tersebut mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan tidak dijalani sendirian, melainkan melalui dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.
Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus terjaga setelah kegiatan berakhir. Nilai persaudaraan, saling menghormati, dan tanggung jawab bersama perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi bagian dari budaya pesantren.

Pendidikan Pesantren untuk Mempersiapkan Generasi Masa Depan
Pesantren memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan kebutuhan masyarakat, pendidikan pesantren dituntut untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang menjadi dasar pembinaannya.
Santri masa kini perlu memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi tantangan kehidupan. Penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, kemandirian, dan karakter yang kuat menjadi bagian penting dalam proses mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Semangat Hari Santri dapat menjadi pengingat bahwa santri memiliki peluang untuk mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan. Mereka dapat berkontribusi melalui pendidikan, dakwah, kewirausahaan, pelayanan masyarakat, serta bidang-bidang lain sesuai dengan kemampuan dan minat yang dikembangkan.
Namun, kemampuan tersebut perlu dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Pendidikan membutuhkan konsistensi, lingkungan yang mendukung, serta keterlibatan pendidik dan peserta didik dalam menjalankan berbagai kegiatan pembelajaran.
Kehidupan pesantren memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui praktik kehidupan sehari-hari. Pengalaman menjalankan tanggung jawab, mengikuti aturan, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah dapat menjadi bagian dari pembentukan kesiapan menghadapi kehidupan di luar pesantren.
Peringatan Hari Santri 2026 di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago menjadi salah satu momentum untuk mengingat kembali tujuan tersebut. Santri diharapkan tidak hanya mengenang perjuangan generasi terdahulu, tetapi juga menyiapkan diri agar mampu melanjutkan semangat perjuangan melalui karya dan kontribusi positif.
Sementara itu, pemberian penghargaan kepada santri berprestasi menunjukkan pentingnya memberikan ruang bagi pencapaian dan pengembangan potensi. Setiap santri memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang melalui proses pendidikan yang dijalani.
Adapun perfototan tahunan menjadi pengingat bahwa proses tersebut berlangsung dari waktu ke waktu. Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 akan merekam salah satu bagian perjalanan keluarga besar pesantren dalam membangun pendidikan dan mempersiapkan generasi penerus.
Ketiga agenda tersebut memiliki pesan yang saling berkaitan. Upacara Hari Santri menguatkan nilai perjuangan, pembagian penghargaan memberikan apresiasi terhadap prestasi, sedangkan perfototan tahunan mengabadikan kebersamaan yang tumbuh dalam proses pendidikan.
Melalui perpaduan kegiatan tersebut, peringatan Hari Santri menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman yang memadukan nilai sejarah, motivasi belajar, dan dokumentasi perjalanan pendidikan.
Rangkaian Kegiatan Berlangsung di Lapangan Gedung Zarkasyi
Pelaksanaan kegiatan pada Kamis, 22 Oktober 2026, dipusatkan di Lapangan Gedung Zarkasyi, lingkungan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Seluruh rangkaian dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.
Kegiatan diikuti oleh seluruh santri dan santriwati, pimpinan pesantren, serta ustadz dan ustadzah. Kehadiran seluruh peserta menjadi bagian penting dalam pelaksanaan agenda tahunan tersebut.
Secara berurutan, kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembagian sertifikat dan hadiah kepada tiga besar santri berprestasi pada setiap jenjang pendidikan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan perfototan bersama seluruh keluarga besar pesantren.
Susunan acara tersebut menunjukkan perpaduan antara kegiatan yang bersifat edukatif, apresiatif, dan dokumentatif. Upacara memberikan ruang untuk memperkuat semangat perjuangan, pembagian penghargaan menjadi bentuk apresiasi terhadap prestasi, sedangkan perfototan bersama mengabadikan kebersamaan dalam satu momen penting.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago pada tahun 2026. Momen tersebut diharapkan dapat dikenang sebagai salah satu pengalaman bersama yang memberikan nilai positif bagi seluruh peserta.
Menjaga Semangat Hari Santri Setelah Kegiatan Berakhir
Peringatan Hari Santri Nasional seharusnya tidak berhenti ketika upacara selesai atau ketika dokumentasi tahunan telah diabadikan. Nilai-nilai yang diangkat dalam peringatan tersebut perlu diteruskan melalui perilaku dan kebiasaan sehari-hari.
Bagi santri, menjaga semangat Hari Santri dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan mengikuti kegiatan, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap sesama. Hal-hal sederhana tersebut merupakan bagian dari usaha membangun karakter yang kuat.
Santri juga perlu terus mengembangkan kemampuan diri agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai positif yang dipelajari di pesantren. Semangat belajar, kemauan memperbaiki diri, dan kesiapan untuk memberikan manfaat merupakan bekal yang penting dalam perjalanan menuju masa depan.
Bagi lembaga pendidikan, momentum Hari Santri dapat menjadi bahan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, dan berakhlak baik.
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago melalui kegiatan upacara Hari Santri dan perfototan tahunan pada 22 Oktober 2026 turut menghadirkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai tersebut. Rangkaian kegiatan ini mengingatkan bahwa pendidikan merupakan proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, keteladanan, serta kebersamaan.
Pembagian penghargaan kepada santri berprestasi juga menjadi pengingat bahwa setiap usaha untuk berkembang patut dihargai. Pada saat yang sama, dokumentasi tahunan menjadi catatan perjalanan yang dapat dikenang ketika para santri melangkah ke tahap kehidupan berikutnya.
Pada akhirnya, semangat Hari Santri bukan hanya tentang mengenang masa lalu, melainkan juga tentang mempersiapkan masa depan. Santri diharapkan mampu meneruskan nilai perjuangan melalui ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago terus menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang menempatkan pembinaan karakter, pengembangan potensi, dan kebersamaan sebagai unsur penting dalam kehidupan pesantren.

Ingin Mengetahui Lebih Lanjut tentang Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago?
Pendidikan pesantren merupakan salah satu pilihan bagi orang tua yang ingin memberikan pengalaman pendidikan dengan penekanan pada pembinaan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan nilai-nilai keislaman.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, program pendidikan, dan informasi pendaftaran santri, silakan menghubungi tim kami melalui WhatsApp berikut:
WhatsApp: 089620020062
Mari kenali lebih dekat lingkungan pendidikan pesantren dan temukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan putra-putri Anda.




