Berita

Tari Saman Primago Tampil Memeriahkan Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok Periode 2026–2031

DEPOK – Tari Saman Primago mendapat kesempatan untuk tampil dalam kegiatan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Kota Depok periode 2026–2031 yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Penampilan tersebut berlangsung di The Castle Resto & Wedding Hall, Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Kehadiran Tari Saman Primago menjadi bagian dari kemeriahan acara yang mempertemukan para pengurus organisasi, tamu undangan, serta berbagai pihak yang turut menyaksikan momentum pelantikan kepengurusan baru tersebut. Melalui penampilan seni tradisional ini, Tari Saman Primago menghadirkan nuansa budaya Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan bangsa.

Penampilan ini juga menjadi kesempatan bagi para penari untuk menunjukkan hasil latihan, kedisiplinan, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah pertunjukan di hadapan publik. Lebih dari sekadar hiburan, keikutsertaan Tari Saman Primago mencerminkan pentingnya pendidikan seni sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Tari Saman Primago Hadir dalam Momentum Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok

Pelantikan pengurus organisasi merupakan momentum penting dalam perjalanan sebuah lembaga. Kegiatan ini bukan hanya menjadi penanda dimulainya masa kepengurusan baru, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen, membangun sinergi, serta meneguhkan semangat dalam menjalankan program kerja organisasi.

Dalam kegiatan Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok periode 2026–2031, Tari Saman Primago dipercaya untuk turut memeriahkan acara melalui penampilan seni tradisional Indonesia.

Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para anggota Tari Saman Primago untuk berpartisipasi dalam kegiatan di luar lingkungan pendidikan. Mereka dapat merasakan pengalaman tampil dalam acara formal yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat.

Partisipasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa seni tradisional mempunyai tempat dalam beragam kegiatan, termasuk acara organisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Tari Saman dikenal sebagai salah satu tarian tradisional Indonesia yang memiliki daya tarik melalui gerakan yang dinamis, ritme yang teratur, serta kekompakan para penarinya. Setiap gerakan memerlukan konsentrasi, ketepatan, dan koordinasi yang baik agar seluruh rangkaian tarian dapat ditampilkan secara harmonis.

Karakteristik tersebut menjadikan Tari Saman sebagai pertunjukan yang tidak hanya menarik untuk disaksikan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai pendidikan.

Bagi Tari Saman Primago, kesempatan tampil dalam pelantikan pengurus DPC HIPPI Kota Depok menjadi bagian dari pengalaman untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

Penampilan Seni Tradisional yang Memperkaya Suasana Acara

Pelaksanaan pelantikan pengurus organisasi tidak hanya berkaitan dengan prosesi formal dan agenda kelembagaan. Kehadiran penampilan seni juga dapat memberikan warna tersendiri sehingga acara terasa lebih berkesan bagi para tamu undangan.

Dalam konteks tersebut, penampilan Tari Saman Primago menjadi salah satu bentuk kontribusi seni budaya dalam menyemarakkan kegiatan Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok periode 2026–2031.

Tari Saman memiliki ciri khas berupa gerakan tangan, tepukan, perubahan posisi tubuh, serta pola gerak yang dilakukan secara serempak. Seluruh unsur tersebut membutuhkan latihan yang terarah agar penampilan dapat berjalan dengan baik.

Kekompakan menjadi salah satu unsur penting dalam pertunjukan Tari Saman. Setiap penari perlu memperhatikan tempo, mengikuti irama, menjaga konsentrasi, dan menyesuaikan gerakan dengan anggota kelompok lainnya.

Apabila satu bagian gerakan tidak dilakukan secara tepat, keselarasan penampilan kelompok dapat terpengaruh. Karena itu, setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri dan menjaga koordinasi selama pertunjukan berlangsung.

Nilai-nilai tersebut menjadikan Tari Saman sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan yang dapat mengajarkan arti kebersamaan. Para penari belajar bahwa hasil yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kesediaan setiap anggota untuk bekerja sama.

Dalam kegiatan pelantikan ini, keterlibatan Tari Saman Primago turut menunjukkan bahwa kesenian tradisional dapat menjadi bagian dari berbagai agenda resmi. Seni tidak hanya hadir sebagai pelengkap acara, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.

Melalui penampilan tersebut, Tari Saman Primago diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kreativitas, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Membawa Semangat Pelestarian Budaya Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang tersebar di berbagai daerah. Setiap tarian tradisional mempunyai karakteristik, gerakan, irama, dan nilai budaya yang menjadikannya bagian penting dari identitas bangsa.

Salah satu kesenian yang dikenal luas adalah Tari Saman yang berasal dari masyarakat Gayo, Aceh. Tarian ini memiliki keunikan melalui gerakan yang dilakukan secara serempak, permainan ritme, serta koordinasi antarpelaku pertunjukan.

Keunikan tersebut menjadikan Tari Saman sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang menarik untuk terus dipelajari dan diperkenalkan kepada generasi muda.

Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan hanya dengan mengenal nama atau melihat pertunjukan. Diperlukan keterlibatan nyata agar generasi penerus dapat mempelajari gerakan, memahami nilai yang terkandung di dalamnya, dan memiliki kesempatan untuk menampilkan kesenian tersebut dalam berbagai kegiatan.

Dalam hal ini, kegiatan Tari Saman Primago memiliki arti penting sebagai bagian dari upaya mengenalkan seni tradisional melalui pengalaman belajar dan pertunjukan langsung.

Kesempatan tampil di hadapan tamu undangan dalam acara pelantikan organisasi memberikan pengalaman tersendiri bagi para penari. Mereka tidak hanya berlatih di lingkungan pendidikan, tetapi juga memperoleh ruang untuk menunjukkan kemampuan di tengah masyarakat.

Pengalaman semacam ini dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperluas wawasan tentang bagaimana seni budaya dapat hadir dalam kehidupan sosial.

Selain itu, penampilan Tari Saman dalam acara formal menjadi pengingat bahwa budaya tradisional tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup tidak seharusnya membuat generasi muda menjauh dari kekayaan budaya yang dimiliki bangsa.

Sebaliknya, seni tradisional dapat terus diperkenalkan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan generasi saat ini. Salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih, tampil, dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang memiliki nilai edukatif.

Melalui partisipasi dalam pelantikan DPC HIPPI Kota Depok, Tari Saman Primago turut mengambil bagian dalam ruang apresiasi budaya yang mempertemukan dunia pendidikan, organisasi, dan masyarakat.

Peran Pembimbing dalam Mempersiapkan Tari Saman Primago

Di balik sebuah penampilan seni yang melibatkan banyak penari, terdapat proses persiapan dan pendampingan yang berperan penting dalam membangun kualitas pertunjukan.

Dalam kegiatan Tari Saman Primago pada pelantikan pengurus DPC HIPPI Kota Depok, proses pembimbingan didampingi oleh Azizatul Afini, S.Ag., dan Luluatul Fuad, S.Ag.

Kehadiran pembimbing menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar para penari. Latihan Tari Saman memerlukan perhatian terhadap berbagai aspek, mulai dari penguasaan gerakan, ketepatan irama, koordinasi, hingga kemampuan menjaga konsentrasi ketika menampilkan rangkaian gerak secara bersama-sama.

Pembimbing juga memiliki peran dalam membantu peserta memahami pentingnya kedisiplinan selama proses latihan. Setiap penari perlu mengikuti arahan, memperhatikan kesesuaian gerakan, serta menjaga komitmen agar dapat memberikan penampilan yang optimal.

Proses pembelajaran seperti ini mengajarkan bahwa kemampuan tidak terbentuk secara instan. Diperlukan latihan yang konsisten, kemauan untuk memperbaiki kesalahan, dan kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan persiapan.

Selain kemampuan teknis, pembimbingan seni juga dapat menjadi sarana untuk membangun sikap positif. Para peserta belajar menghargai waktu, menerima masukan, menjaga tanggung jawab, dan menghormati anggota kelompok lainnya.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang berguna, bukan hanya ketika tampil di atas panggung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan Azizatul Afini, S.Ag., dan Luluatul Fuad, S.Ag., dalam pembimbingan Tari Saman Primago menegaskan pentingnya pendampingan dalam mengembangkan potensi peserta didik. Dengan arahan yang tepat dan latihan yang berkelanjutan, kegiatan seni dapat menjadi ruang pembelajaran yang bermakna.

Penampilan dalam acara pelantikan ini pun menjadi salah satu kesempatan untuk mengaplikasikan proses latihan ke dalam pengalaman nyata di hadapan publik.

Tari Saman sebagai Sarana Pembentukan Karakter

Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas. Pengembangan karakter juga dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar, berinteraksi, dan menghadapi tantangan secara langsung.

Kegiatan seni, termasuk Tari Saman, merupakan salah satu sarana yang dapat mendukung proses tersebut.

Tari Saman mengharuskan para penari untuk bergerak mengikuti pola dan irama yang telah dipelajari. Setiap anggota perlu menjaga fokus agar gerakan yang dilakukan dapat selaras dengan anggota lainnya.

Dari proses ini, terdapat sejumlah nilai pendidikan yang dapat dipelajari.

1. Melatih Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan salah satu unsur penting dalam latihan tari. Para penari perlu mengikuti jadwal latihan, mempelajari gerakan, dan mempersiapkan diri sebelum pertunjukan.

Kebiasaan tersebut dapat membantu peserta didik memahami bahwa pencapaian yang baik membutuhkan keteraturan dan komitmen.

Disiplin tidak hanya berarti hadir tepat waktu, tetapi juga bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawab serta berusaha menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

2. Membangun Kerja Sama Tim

Tari Saman merupakan pertunjukan kelompok yang mengutamakan keselarasan gerakan. Setiap anggota memiliki peran dalam membangun penampilan yang harmonis.

Para penari perlu saling memperhatikan, menyesuaikan gerakan, dan menjaga koordinasi. Mereka belajar bahwa keberhasilan kelompok merupakan hasil dari kontribusi bersama.

Nilai kerja sama ini sangat relevan dalam kehidupan pendidikan maupun lingkungan sosial. Kemampuan bekerja dalam tim membantu peserta didik memahami pentingnya komunikasi, saling menghargai, dan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Tampil dalam acara yang dihadiri banyak orang dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, mereka memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan menghadapi situasi yang berbeda dari latihan sehari-hari.

Pengalaman tampil secara langsung dapat membantu peserta didik belajar mengelola rasa gugup, menjaga konsentrasi, dan menyelesaikan penampilan dengan penuh tanggung jawab.

Seiring dengan pengalaman yang terus bertambah, kegiatan seperti ini berpotensi membantu mereka mengembangkan rasa percaya diri.

4. Menumbuhkan Tanggung Jawab

Dalam pertunjukan kelompok, setiap penari memiliki tanggung jawab untuk mempelajari gerakan dan mengikuti rangkaian penampilan dengan baik.

Ketidaksiapan satu anggota dapat memengaruhi koordinasi kelompok. Karena itu, setiap peserta perlu memahami bahwa persiapan pribadi turut menentukan keberhasilan bersama.

Pembelajaran ini membantu menumbuhkan kesadaran bahwa tanggung jawab bukan hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan orang-orang yang bekerja bersama.

5. Menanamkan Apresiasi terhadap Budaya

Dengan mempelajari dan menampilkan Tari Saman, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal salah satu kekayaan seni tradisional Indonesia secara langsung.

Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat dalam proses menjaga keberlangsungan kesenian tersebut.

Pengalaman ini dapat menjadi langkah untuk membangun kepedulian terhadap budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa warisan budaya perlu terus dipelajari dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Berbagai nilai tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni memiliki potensi besar sebagai bagian dari pendidikan karakter. Melalui proses latihan dan pengalaman tampil, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan sekaligus membangun sikap positif yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Pengalaman Tampil di Acara Formal Menjadi Ruang Belajar bagi Generasi Muda

Kesempatan tampil di luar lingkungan pendidikan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para penari. Mereka berhadapan dengan suasana acara yang lebih formal, lingkungan yang berbeda, serta audiens yang datang dari beragam latar belakang.

Bagi Tari Saman Primago, keikutsertaan dalam kegiatan Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok periode 2026–2031 menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Kegiatan ini membuka ruang bagi peserta untuk belajar bahwa keterampilan yang mereka kembangkan melalui latihan dapat ditampilkan dan diapresiasi dalam berbagai kesempatan.

Pengalaman tampil juga dapat membantu peserta didik memahami pentingnya persiapan. Sebuah pertunjukan membutuhkan koordinasi, kesiapan mental, penguasaan materi, serta kemampuan mengikuti arahan selama kegiatan berlangsung.

Semua proses tersebut merupakan bagian dari pembelajaran yang dapat memperkaya pengalaman peserta didik di luar kegiatan akademik.

Selain memberikan manfaat bagi para penari, keterlibatan kelompok seni dalam acara masyarakat juga dapat memperluas kesempatan untuk memperkenalkan kegiatan pendidikan yang mendukung pengembangan minat dan bakat.

Pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi peserta didik tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Keterampilan sosial, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan berkomunikasi juga merupakan aspek yang penting untuk dikembangkan.

Karena itu, partisipasi dalam acara seperti pelantikan pengurus organisasi dapat menjadi salah satu bentuk pengalaman belajar yang menghubungkan kegiatan pendidikan dengan kehidupan bermasyarakat.

Melalui kesempatan tersebut, Tari Saman Primago turut memperlihatkan bahwa generasi muda dapat berkontribusi secara positif melalui seni, kreativitas, dan semangat menjaga budaya Indonesia.

The Castle Resto & Wedding Hall Menjadi Lokasi Penyelenggaraan Acara

Kegiatan Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok periode 2026–2031 diselenggarakan di The Castle Resto & Wedding Hall, yang beralamat di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16434.

Lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pelantikan yang menghadirkan unsur formal organisasi sekaligus ruang bagi penampilan seni budaya.

Penyelenggaraan acara organisasi di lokasi tersebut memberikan kesempatan bagi berbagai pihak untuk berkumpul dalam satu kegiatan. Di tengah agenda utama pelantikan, kehadiran penampilan seni tradisional turut memperlihatkan bagaimana unsur budaya dapat menjadi bagian dari sebuah acara kelembagaan.

Bagi Tari Saman Primago, tampil dalam kegiatan tersebut merupakan kesempatan untuk berpartisipasi dalam agenda yang melibatkan masyarakat di Kota Depok.

Keterlibatan kelompok seni dalam kegiatan organisasi juga memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi semacam ini dapat membuka peluang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus mengenalkan potensi yang mereka miliki.

Lebih luas lagi, kegiatan yang melibatkan seni tradisional dapat membantu menghadirkan suasana yang menghargai kebudayaan Indonesia. Seni tidak hanya dipertunjukkan dalam festival atau kegiatan kebudayaan, tetapi juga dapat hadir dalam berbagai momentum penting lainnya.

Dengan demikian, penampilan Tari Saman Primago dalam pelantikan DPC HIPPI Kota Depok menjadi bagian dari pengalaman yang mempertemukan ekspresi budaya dengan kegiatan organisasi.

Mendorong Pengembangan Minat dan Bakat melalui Kegiatan Seni

Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada yang menonjol dalam bidang akademik, olahraga, seni, komunikasi, maupun keterampilan lainnya.

Oleh sebab itu, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenali dan mengembangkan potensi tersebut.

Kegiatan seni seperti Tari Saman dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pengembangan minat dan bakat. Melalui kegiatan ini, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru, berlatih secara teratur, dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Proses latihan juga memberikan pengalaman dalam menghadapi tantangan. Ketika menemukan gerakan yang sulit atau mengalami kesulitan menjaga keselarasan, peserta didik belajar untuk terus mencoba dan memperbaiki kemampuan.

Pengalaman tersebut membantu mereka memahami bahwa perkembangan membutuhkan proses dan kesungguhan.

Kesempatan untuk tampil di depan publik kemudian menjadi bagian dari penerapan hasil latihan. Peserta didik dapat merasakan bagaimana keterampilan yang dipelajari diterapkan dalam situasi nyata.

Penampilan Tari Saman Primago dalam kegiatan pelantikan pengurus DPC HIPPI Kota Depok menunjukkan salah satu bentuk keterlibatan peserta dalam kegiatan di luar lingkungan pendidikan.

Pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan seni tradisional kepada audiens yang lebih luas.

Ke depan, kegiatan pengembangan minat dan bakat diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkarya, berprestasi, dan mengembangkan karakter positif.

Dengan dukungan pembimbing, lingkungan pendidikan, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, potensi peserta didik dapat dikembangkan melalui proses yang terarah dan berkelanjutan.

Tari Saman Primago dan Komitmen Menghadirkan Pengalaman Pendidikan yang Bermakna

Pendidikan yang bermakna merupakan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara menyeluruh. Selain mendapatkan pengetahuan, peserta didik juga perlu memperoleh pengalaman yang membantu mereka membangun keterampilan, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan seni menjadi salah satu bagian yang dapat mendukung tujuan tersebut.

Melalui Tari Saman, peserta didik belajar mengenai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap budaya. Nilai-nilai tersebut diperoleh melalui proses latihan dan pengalaman yang mereka jalani bersama.

Penampilan dalam Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok periode 2026–2031 pada 21 Oktober 2026 menjadi salah satu pengalaman yang mempertemukan proses pembelajaran seni dengan kegiatan masyarakat.

Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi Tari Saman Primago untuk memperkenalkan seni tradisional Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan minat dan bakat dapat menjadi bagian penting dalam pengalaman pendidikan.

Pendampingan Azizatul Afini, S.Ag., dan Luluatul Fuad, S.Ag., turut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendukung persiapan penampilan.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan semacam ini, diharapkan semangat belajar, berkarya, dan melestarikan budaya dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan kesenian dari masa lalu, tetapi juga tentang memberikan kesempatan kepada generasi sekarang untuk mengenal, mempelajari, dan memperkenalkannya kepada masyarakat.

Tari Saman Primago menjadi salah satu contoh bagaimana seni tradisional dapat hadir dalam kegiatan organisasi dan menjadi sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.

Penutup: Melestarikan Budaya, Mengembangkan Potensi, dan Menumbuhkan Karakter

Penampilan Tari Saman Primago dalam kegiatan Pelantikan Pengurus DPC HIPPI Kota Depok periode 2026–2031 pada Rabu, 21 Oktober 2026, menjadi bagian dari upaya menghadirkan seni tradisional dalam kegiatan masyarakat.

Bertempat di The Castle Resto & Wedding Hall, Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, penampilan ini memberikan kesempatan bagi para penari untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman tampil dalam acara formal.

Dengan bimbingan Azizatul Afini, S.Ag., dan Luluatul Fuad, S.Ag., kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengembangan keterampilan seni yang juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter.

Tari Saman mengajarkan bahwa kekompakan lahir dari latihan, keberhasilan membutuhkan kerja sama, dan setiap pencapaian memerlukan kesungguhan. Pada saat yang sama, kegiatan ini turut mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Semoga partisipasi Tari Saman Primago dalam berbagai kegiatan dapat terus menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memperluas apresiasi terhadap seni tradisional Indonesia.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang program pendidikan, kegiatan, dan pengembangan potensi peserta didik di Primago?

Hubungi kami melalui WhatsApp 089620020062 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Primago — bersama mendukung generasi yang berkarakter, kreatif, dan mencintai budaya bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *