Marawis Primago Meriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Majelis Ta’lim Al Muhajirin
Depok, 25 Oktober 2026 – Marawis Primago turut memeriahkan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Al Muhajirin pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kehadiran tim Marawis Primago menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan sekaligus menghadirkan lantunan musik Islami yang sarat dengan nilai-nilai kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk kembali mengenang perjalanan hidup Rasulullah, meneladani akhlak mulia beliau, serta memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah secara seremonial, tetapi juga menjadikan ajaran dan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam suasana peringatan yang penuh makna, penampilan Marawis Primago menghadirkan nuansa Islami melalui seni musik tabuhan rebana dan lantunan selawat. Kesenian marawis menjadi salah satu media dakwah yang dekat dengan masyarakat karena mampu memadukan unsur seni, kebersamaan, dan pesan-pesan keislaman dalam satu penampilan.
Partisipasi Marawis Primago dalam kegiatan Majelis Ta’lim Al Muhajirin juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni Islami kepada masyarakat luas. Melalui penampilan tersebut, Marawis Primago menunjukkan bahwa seni musik Islami dapat menjadi sarana positif untuk menyemarakkan kegiatan keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.
Marawis Primago, Seni Islami yang Menghidupkan Suasana Maulid Nabi
Marawis merupakan salah satu bentuk kesenian Islami yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Kesenian ini identik dengan penggunaan alat musik perkusi, seperti rebana, yang dipadukan dengan lantunan selawat, pujian kepada Allah SWT, serta ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam berbagai kegiatan keagamaan, marawis kerap menjadi bagian yang dinantikan oleh para jamaah. Irama tabuhan yang khas dan lantunan selawat yang menggugah hati menciptakan suasana religius yang mengajak masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengingat Rasulullah SAW.
Hal tersebut menjadikan penampilan marawis tidak sekadar hiburan dalam sebuah acara. Lebih dari itu, marawis memiliki nilai edukasi dan dakwah yang dapat disampaikan melalui pendekatan seni yang mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Kehadiran Marawis Primago dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Ta’lim Al Muhajirin menjadi salah satu wujud nyata bagaimana seni Islami dapat mengambil peran dalam kegiatan masyarakat. Melalui lantunan selawat dan irama rebana, seni marawis turut mendukung suasana peringatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman.
Bagi generasi muda, kegiatan seperti ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal dan mengembangkan kesenian Islami. Mereka dapat belajar bahwa mengekspresikan kreativitas tidak harus terlepas dari nilai agama. Sebaliknya, kreativitas dapat diarahkan menjadi kegiatan yang bermanfaat, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Dengan demikian, marawis tidak hanya menjadi bagian dari tradisi perayaan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan seni, pendidikan karakter, dan dakwah Islam.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Meneladani Akhlaknya
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan peringatan yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Momentum ini mengingatkan umat tentang sosok Rasulullah sebagai teladan utama dalam kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam berinteraksi dengan sesama manusia.
Rasulullah SAW dikenal memiliki akhlak yang mulia, kejujuran, kesabaran, kasih sayang, amanah, serta kepedulian terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, hingga dunia kerja.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi idealnya tidak berhenti pada rangkaian acara dan kemeriahan kegiatan. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki perilaku, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.
Lantunan selawat yang hadir dalam kegiatan Maulid Nabi menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan umat kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut selanjutnya perlu diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat, nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat terus diperkenalkan dan ditanamkan kepada generasi muda. Mereka tidak hanya mengenal sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memahami pentingnya menerapkan sifat jujur, disiplin, bertanggung jawab, santun, dan peduli terhadap sesama.
Dalam konteks inilah, partisipasi Marawis Primago memiliki makna yang lebih luas. Seni Islami menjadi salah satu media yang dapat mendukung penyampaian pesan-pesan keagamaan secara menarik dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Penampilan marawis dalam peringatan Maulid Nabi juga mengingatkan bahwa dakwah dapat disampaikan melalui berbagai pendekatan, termasuk melalui seni, pendidikan, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan.
Majelis Ta’lim sebagai Ruang Pembinaan Keislaman Masyarakat
Majelis ta’lim memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Muslim Indonesia. Selain menjadi tempat untuk mempelajari ajaran Islam, majelis ta’lim juga menjadi ruang berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat hubungan antarsesama anggota masyarakat.
Melalui pengajian, selawat bersama, peringatan hari besar Islam, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya, majelis ta’lim berkontribusi dalam menjaga kehidupan religius masyarakat.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Al Muhajirin pada 25 Oktober 2026 menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Kegiatan seperti ini memiliki arti penting karena menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dalam suasana yang positif. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan tersebut juga dapat mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan.
Kehadiran kelompok seni Islami, seperti Marawis Primago, turut memperkaya rangkaian kegiatan keagamaan. Seni marawis dapat menjadi pelengkap yang menghadirkan suasana berbeda sekaligus mengingatkan jamaah pada pentingnya memperbanyak selawat dan menjaga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kolaborasi antara penyelenggara kegiatan keagamaan dan kelompok seni Islami juga menunjukkan bahwa pelestarian tradisi Islam dapat dilakukan melalui keterlibatan berbagai pihak. Setiap unsur memiliki peran masing-masing dalam menciptakan kegiatan yang bermakna dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih jauh, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar terlibat dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka dapat mengenal pentingnya menghormati tradisi keagamaan, bekerja sama, menjaga adab, dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki.
Dengan demikian, majelis ta’lim tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran agama, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan hubungan sosial di tengah masyarakat.

Marawis sebagai Media Dakwah yang Dekat dengan Generasi Muda
Perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan dalam proses pembinaan generasi muda. Kemajuan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial membuat pendekatan pendidikan dan dakwah perlu terus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah memanfaatkan seni dan kreativitas sebagai media penyampaian nilai-nilai positif. Dalam konteks pendidikan Islam, marawis dapat menjadi alternatif kegiatan yang memadukan minat seni dengan pembinaan spiritual.
Melalui kegiatan marawis, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan bermusik, melatih konsentrasi, membangun kekompakan, serta belajar bertanggung jawab terhadap peran masing-masing.
Permainan marawis membutuhkan koordinasi yang baik antarpemain. Setiap anggota perlu memahami irama, mengikuti ketukan, dan menjaga keselarasan dengan anggota lainnya. Proses tersebut dapat menjadi pengalaman belajar tentang pentingnya disiplin, kerja sama, dan saling menghargai.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku.
Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan seni Islami dapat membantu generasi muda menyalurkan kreativitas melalui aktivitas yang positif. Mereka memperoleh ruang untuk belajar, berlatih, dan menunjukkan kemampuan sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Ketika kelompok marawis diundang untuk tampil dalam acara keagamaan, kesempatan tersebut juga dapat menjadi pengalaman berharga bagi para anggotanya. Mereka belajar menghadapi situasi baru, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami pentingnya menjaga sikap dan penampilan selama membawa nama kelompok.
Dalam hal ini, penampilan Marawis Primago pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Ta’lim Al Muhajirin dapat dipandang sebagai bagian dari keterlibatan seni Islami dalam ruang publik keagamaan.
Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi sarana untuk mendekatkan generasi muda dengan kegiatan keislaman. Dengan pembinaan yang tepat, kegiatan marawis berpotensi menjadi ruang pengembangan bakat sekaligus media penanaman nilai-nilai Islami.
Menjaga Tradisi Selawat di Tengah Perkembangan Zaman
Tradisi selawat telah menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan umat Islam di Indonesia. Selawat dilantunkan dalam berbagai kesempatan, mulai dari pengajian rutin, peringatan Maulid Nabi, kegiatan pesantren, hingga acara keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Tradisi tersebut tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga menjadi salah satu cara umat Islam mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Di tengah perkembangan zaman, pelestarian tradisi selawat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, komunitas keagamaan, dan generasi muda.
Kesenian marawis dapat menjadi salah satu media untuk menjaga keberlanjutan tradisi tersebut. Melalui perpaduan irama rebana dan lantunan selawat, tradisi keagamaan dapat diperkenalkan dengan pendekatan yang menarik tanpa kehilangan pesan utamanya.
Kegiatan Maulid Nabi yang melibatkan kelompok marawis juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali mengenal kekayaan seni Islami yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Pelestarian tradisi tidak berarti menolak perubahan. Sebaliknya, tradisi dapat terus hidup apabila diwariskan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, selama nilai-nilai dasarnya tetap dijaga.
Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan seni Islami. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan.
Kehadiran kelompok marawis dalam acara masyarakat merupakan salah satu bentuk partisipasi yang dapat mendukung tujuan tersebut. Setiap penampilan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni Islami, mempererat hubungan sosial, dan menghidupkan suasana kegiatan keagamaan.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Partisipasi Marawis Primago dalam Kegiatan Keagamaan Masyarakat
Keterlibatan kelompok seni Islami dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang baik antara komunitas pendidikan dan lingkungan sekitarnya.
Lembaga pendidikan tidak hanya memiliki peran dalam memberikan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat mendukung pengembangan potensi peserta didik melalui kegiatan seni, budaya, sosial, dan keagamaan.
Kegiatan marawis menjadi salah satu contoh bagaimana bakat dan keterampilan dapat diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Para anggota kelompok memperoleh pengalaman, sementara masyarakat mendapatkan kesempatan menikmati pertunjukan seni Islami dalam kegiatan keagamaan.
Ketika sebuah kelompok marawis menerima undangan untuk tampil, terdapat proses persiapan yang perlu diperhatikan. Mulai dari latihan, koordinasi antarpemain, kesiapan alat musik, hingga penyesuaian dengan kebutuhan acara.
Seluruh proses tersebut mengajarkan pentingnya tanggung jawab dan komitmen. Penampilan yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kesiapan seluruh anggota untuk bekerja sama.
Pengalaman tampil dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Ta’lim Al Muhajirin pada 25 Oktober 2026 menjadi salah satu bentuk partisipasi Marawis Primago dalam kegiatan keagamaan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya memberikan ruang bagi seni Islami untuk berkembang dan mengambil peran dalam berbagai momentum keagamaan.
Melalui keterlibatan tersebut, kelompok marawis dapat terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memperluas pengalaman dalam lingkungan yang beragam.
Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengenal marawis sebagai bentuk kesenian yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung pesan spiritual dan pendidikan karakter.
Sinergi antara kegiatan pendidikan, seni, dan kehidupan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keislaman.
Menghidupkan Semangat Cinta Rasulullah melalui Seni Islami
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menghadirkan kesempatan untuk memperkuat kembali hubungan spiritual umat Islam dengan Rasulullah SAW.
Kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan atau lantunan selawat, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Meneladani kejujuran, menjaga amanah, menghormati orang lain, serta membiasakan perilaku baik merupakan bagian dari upaya menerapkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Seni Islami, termasuk marawis, dapat menjadi salah satu sarana untuk menghidupkan semangat tersebut. Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat, pesan-pesan keislaman dapat disampaikan dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Partisipasi Marawis Primago dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 di Majelis Ta’lim Al Muhajirin pada 25 Oktober 2026 menjadi bagian dari semangat tersebut.
Kehadiran marawis dalam kegiatan keagamaan tidak hanya memperkaya rangkaian acara, tetapi juga membuka ruang bagi seni Islami untuk terus dikenal dan dikembangkan.
Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus mendorong tumbuhnya kecintaan terhadap Rasulullah SAW, memperkuat hubungan antarsesama, dan menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan bakat melalui kegiatan yang positif.
Dengan menjaga tradisi selawat, memberikan ruang bagi kreativitas, dan memperkuat pendidikan karakter, seni Islami dapat terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Muslim.
Marawis Primago berharap dapat terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menyemarakkan syiar Islam melalui seni.
Semoga setiap lantunan selawat yang dikumandangkan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa mencintai Rasulullah SAW, meneladani akhlaknya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
WhatsApp: 089620020062
Mari bersama-sama menyemarakkan kegiatan keagamaan, melestarikan seni Islami, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan selawat bersama Marawis Primago.





